Sabtu, 16 Juni 2012

VBC Kambing Kacang di Kel. RUKUWA


POTENSI USAHA VBC (VILLAGE BREEDING CENTER)
DI KELURAHAN RUKUWA KABUPATEN WAKATOBI




I.                   PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Sejalan dengan berkembangnya jumlah penduduk  serta di dorong pula dengan makin berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sangat berpengaruh pada pola kehidupan masyarakat untuk meningkatkan derajat/tingkat sosial ekonomi dan keluarganya. Untuk membentuk derajat/tingkat ekonomi tersebut, dipenuhi oleh daya adopsi dan inovasi masyarakat tentang sesuatu pembaharuan pada setiap sector/bidang ekonomi yang dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarganya.
Sub sektor peternakan dan pertanian merupakan sub sektor pembangunan ekonomi pedesaan yang tersedia bagi masyarakat untuk digali dan dikembangkan melalui usaha agribisnis sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.  Ternak kambing termasuk komoditas unggulan yang memiliki prospek cukup baik dimasa yang akan datang serta mempunyai peluang pasar cukup besar mengingat kebutuhan daging, baik untuk memenuhi kebutuhan lokal, regional maupun nasional masih sangat kurang apabila dilihat dari kebutuhan per kapita.
Sebagai langkah/upaya untuk mewujudakan kabupaten Wakatobi sebagai Kabupaten yang bergerak di bidang pariwisata yang di mulai sejak terbentuknya kabupaten ini, maka akan lebih menarik jika pemerintah menggerakkan bidang Peternakan sebagai salah satu wisata dibidang agrowisata sekaligus mendatangkan pendapatan yang lebih bagi masyarakat dengan melaksanakan kegiatan yang bersifat kemitraan dengan kelompok tani yang ada di wilayah kelurahan Rukuwa, kec. Binongko Kabupaten  Wakatobi yaitu menggerakan  VBC ternak kambing.
Dewasa ini, khususnya kelompok tani yang berada di kelompok Tani di kelurahan Rukuwa Kabupaten Wakatobi, sangat antusias untuk bergerak dalam bidang peternakan yaitu pembibitan ternak kambing, mengingat kambing cukup mudah untuk dipelihara dan cepat menghasilkan keturunan sehingga peternak lebih  cepat dalam menghasilkan keuntungan.  Akan tetapi yang menjadi kendala untuk mengembangkan usaha tersebut adalah permodalan.

II.          ASPEK PELAKSANAAN KEGIATAN

A.       Letak Administratif

Kelurahan Rukuwa terletak di Pulau Binongko + 15 mil dari Ibu Kota kabupaten Wakatobi.  Kelurahan rukuwa berbatasan dengan kelurahan palahidu disebelah utara, desa kampo-kampo pada sebelah selatan, laut banda disebelah timur dan laut flores disebelah barat.   
B.        Keadaan Topografi
Kelurahan  rukuwa merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 3-800 meter diatas permukaan laut dengan luas wilayah 14,09 km.  Kelurahan ini memiliki topografi dataran yang bergelombang dan datar dengan suhu dan kelembaban masing-masing 23ºC dan 80% serta curah hujan 3.350 mm/tahun.
C.       Sarana dan Prasarana yang Mendukung
Secara umum kelurahan rukuwa sebagai daerah yang akan dijadikan sebagai lokasi pembibitan kambing memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai untuk usaha pembibitan kambing.  Sarana dan prasarana yang terdapat dikelurahan rukuwa antara lain; angkutan darat (motor, mobil pick up, dan truk), angkutan laut (Kapal), jalan raya, pelabuhan,  listrik dan telekomunikasi, lahan yang cukup dan sumber air bersih yang cukup dan memadai.

III.    POTENSI USAHA
A.       Sumber Daya Alam
Lahan produktif di Kelurahan Rukuwa sebagian besar diusahakan untuk pertanian, walaupun kondisi tanahnya kurang subur karena sebagian besar kondisi tanahnya berupa batu karang yang dilapisi tanah yang tipis.  Namun demikian,  saat ini banyak masyarakat yang tergabung dalam beberapa kelompok tani sudah mulai menanam beberapa jenis legume (gamal, lamtoro dan turi) yang bisa tahan terhadap kondisi tanah dan berproduksi optimal sebagai hijauan makanan ternak.  Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak kambing yang biasanya diperoleh dari hutan atau pekarangan masyarakat seperti ketapang laut atau beberapa jenis dedaunan yang disukai oleh kambing.
Selain sumber daya pakan yang tersedia, lahan yang bisa digunakan untuk areal peternakanpun cukup luas karena ada beberapa titik lahan yang bukan lahan produktif.  Selain itu, dikelurahan rukuwa juga terdapat sumber air bersih yang cukup sepanjang tahun untuk kebutuhan ternak dan membersihkan perlengkapan dan kadang serta untuk mengairi hijauan makanan ternak.
B.        Sumber Daya Manusia
Disamping modal, sarana produksi dan teknologi, petani sebagai sumber daya manusia merupakan factor utama dalam melakukan kegiatan peningkatan produksi. Faktor-faktor produksi tersebut merupakan suatu system artinya satu dan lainnya saling mendukung dan harus tersedia pada waktunya.
Masyarakat peternak kambing yang ada dikelurahan rukuwa pada umumnya tergabung dalam kelompok tani dan sudah beternak kambing cukup lama sehingga sedikit banyak mengetahui teknis pemeliharaan ternak kambing.  Selain itu, dikelurahan rukuwa cukup sering dilakukan pertemuan-pertemuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarkat.
C.       Potensi Ternak
Daging kambing merupakan sumber protein hewani yang cukup diminati oleh masyarakat kelurahan rukuwa khususnya dan propinsi Sulawesi Tenggara umummnya sehingga permintaan akan kambing meningkat dari tahun ke tahun.  Bahkan permintaan kambing di Sulawesi Tenggara tidak dapat dipenuhi oleh peternak lokal sehingga mendatangkan kambing dari luar Sulawesi Tenggara seperti Donggala (Sulawesi Tengah).  Permintaan akan kambing (daging atau ternak hidup) semakin meningkat pada hari-hari besar atau acara-acara tertentu. Populasi kambing di Sulawesi Tenggara saat ini 121.602 ekor dimana kabupaten wakatobi menyumbangkan populasi kambing sebanyak 3.655 ekor dan kelurahan rukuwa memberikan kontribusi jumlah kambing sebanyak 100 ekor dari total populasi ternak kambing di wakatobi.

IV.       ASPEK PRODUKSI
A.       Jenis dan Ketersediaan Kambing Bakalan
Jenis kambing yang akan dijadikan bibit untuk usaha VBC Kambing di Kelurahan Rukuwa adalah kambing kacang karena jeniis kambing ini berkembang cukup baik di kecamatan binongko kelurahan rukuwa.  Apalagi kambing kacang dikelurahan rukuwa masih tergolong cukup unggul karena memiliki postur tubuh yang relative besar.  Sementara itu, ketersediaan bakalan kambing kacang  di Kelurahan Rukuwa cukup untuk memenuhi kebutuhan VBC.


B.        Hama dan Penyakit
Kabupaten Wakatobi, termasuk  kelurahan Rukuwa merupakan daerah yang bebas penyakit berbahaya  dan yang bersifat zoonosis sehingga memungkinkan untuk dikembangkan VBC kambing.  Namun demikian penyakit scabies kerap kali menyerang ternak kambing di rukuwa namun hal ini masih bisa diatasi dengan pengggunaan obat tradisional.


5 komentar:

  1. apa obat tradisionalnya penyakit scabies mas....? soalnya obat farmasetiknya mahal...! mohon jawaban dan penjelasannya yahhh..

    BalasHapus
  2. apa istimewanya kambing kacang..? kenapa kambing ini baik dijadikan ternak bibit?

    BalasHapus
  3. kanapa bisa sulteng mensuplai kambing k sultra? apakah kambing-kambing tersebut bebas dari penyakit ?

    BalasHapus
  4. dipenjelasan di atas anda menjelaskan bahwa, saat ini banyak masyarakat yang tergabung dalam beberapa kelompok tani sudah mulai menanam beberapa jenis legume (gamal, lamtoro dan turi) yang bisa tahan terhadap kondisi tanah dan berproduksi optimal sebagai hijauan makanan ternak.
    apa kelompok peternak tersebut dikelola mandiri oleh masyarakat atau ada campur tangan pihak pemerintah dan apa jenis pakan yg ada kel. Rukuwa sdh memiliki kandungan nutrisi yg dibutuhkan oleh ternak dan seberapa tinggi tingkat palatabilitasx?

    BalasHapus
  5. deni ank peternakan yooo? kul di mana?

    BalasHapus